Selasa, 09 Juni 2009

tranduser

Transduser (Inggris: transducer) adalah sebuah alat yang mengubah satu bentuk daya menjadi bentuk daya lainnya untuk berbagai tujuan termasuk pengubahan ukuran atau informasi (misalnya, sensor tekanan). Transduser bisa berupa peralatan listrik, elektronik, elektromekanik, elektromagnetik, fotonik, atau fotovoltaik. Dalam pengertian yang lebih luas, transduser kadang-kadang juga didefinisikan sebagai suatu peralatan yang mengubah suatu bentuk sinyal menjadi bentuk sinyal lainnya.Contoh yang umum adalah pengeras suara (audio speaker), yang mengubah beragam voltase listrik yang berupa musik atau pidato, menjadi vibrasi mekanis. Contoh lain adalah mikrofon, yang mengubah suara kita, bunyi, atau energi akustik menjadi sinyal atau energi listrik.

sinyal elektrik

Sinyal Elektrik adalah besaran elektrik terukur yang berubah dalam waktu dan atau dalam ruang, serta membawa informasi. Besaran ini bisa merupakan besaran elektrik murni (tegangan, arus, dll), tetapi pada umumnya adalah besaran fisik lain yang dijadikan elektrik dengan bantuan sensor.

Contoh sinyal elektrik misalnya :

  • sinyal suara, yang berasal dari radio.
  • sinyal citra, yang berasal dari kamera fotografi.
  • sinyal video, yang berasal dari kamera video.


sensor suhu

Sensor suhu adalah alat yang digunakan untuk merubah besaran panas menjadi besaran listrik yang dapat dengan mudah dianalisis besarnya. Ada beberapa metode yang digunakan untuk membuat sensor ini, salah satunya dengan cara menggunakan material yang berubah hambatannya terhadap arus listrik sesuai dengan suhunya.

[sunting] Menggunakan bahan logam

Logam akan bertambah besar hambatannya terhadap arus listrik jika panasnya bertambah. Hal ini dapat dijelaskan dari sisi komponen penyusun logam. Logam dapat dikatakan sebagai muatan positif yang berada di dalam elektron yang bergerak bebas. Jika suhu bertambah, elektron-elektron tersebut akan bergetar dan getarannya semakin besar seiring dengan naiknya suhu. Dengan besarnya getaran tersebut, maka gerakan elektron akan terhambat dan menyebabkan nilai hambatan dari logam tersebut bertambah.

[sunting] Menggunakan bahan semikonduktor

Bahan semikonuktor mempunyai sifat terbalik dari logam, semakin besar suhu, nilai hambatan akan semakin turun. Hal ini dikarenakan pada suhu yang semakin tinggi, elektron dari semikonduktor akan berpindah ke tingkat yang paling atas dan dapat bergerak dengan bebas. Seiring dengan kenaikan suhu, semakin banyak elektron dari semikonduktor tersebut yang bergerak bebas, sehingga nilai hambatan tersebut berkurang

Untuk mendapatkan sinyal listrik yang baik dengan sedikit kegaduhan, dapat digunakan jembatan Wheatstone dan rangkaian Lock in Amplifier.

Сопротивление в Омах (Ω)
Температура
в °C
Pt100 Pt1000 bahasa Jerman: PTC bahasa Jerman: NTC NTC NTC NTC NTC

Typ: 404 Typ: 501 Typ: 201 Typ: 101 Typ: 102 Typ: 103 Typ: 104 Typ: 105
−50 80,31 803,1 1032




−45 82,29 822,9 1084




−40 84,27 842,7 1135

50475

−35 86,25 862,5 1191

36405

−30 88,22 882,2 1246

26550

−25 90,19 901,9 1306
26083 19560

−20 92,16 921,6 1366
19414 14560

−15 94,12 941,2 1430
14596 10943

−10 96,09 960,9 1493
11066 8299

−5 98,04 980,4 1561 31389 8466


0 100,00 1000,0 1628 23868 6536


5 101,95 1019,5 1700 18299 5078


10 103,90 1039,0 1771 14130 3986


15 105,85 1058,5 1847 10998



20 107,79 1077,9 1922 8618



25 109,73 1097,3 2000 6800

15000
30 111,67 1116,7 2080 5401

11933
35 113,61 1136,1 2162 4317

9522
40 115,54 1155,4 2244 3471

7657
45 117,47 1174,7 2330


6194
50 119,40 1194,0 2415


5039
55 121,32 1213,2 2505


4299 27475
60 123,24 1232,4 2595


3756 22590
65 125,16 1251,6 2689



18668
70 127,07 1270,7 2782



15052
75 128,98 1289,8 2880



12932
80 130,89 1308,9 2977



10837
85 132,80 1328,0 3079



9121
90 134,70 1347,0 3180



7708
95 136,60 1366,0 3285



6539
100 138,50 1385,0 3390




105 140,39 1403,9





110 142,29 1422,9





150 157,31 1573,1





200 175,84 1758,4

Selasa, 02 Juni 2009

komputerisasi hasil penjulan



1 Judul: KOMPUTERISASI SISTEM PENJUALAN TUNAI
PADA PT. WATER SOLUTION INDONESIA JAKARTA
RANCANGAN SISTEM USULAN
4.1 Umum
Suatu sistem inforamasi sangat diperlukan dalam suatu organisasi, informasi
yang relevan sangat mendukung upaya-upaya teknologi informasi membuat
perusahaan berusaha untuk memanfaatkan teknologi ini secara maksimal kecepatan
dan ketepatan dalam menyajian informasi sangat membantu perusahaan dalam
pengembangan usaha. Didalam pemanfaatan teknologi ini kecepatan pengaksesan
serta pengolahan data sangat diperlukan sekali dalam mengatasi setiap permasalahan
yang ada didalam perusahaan atau instansi yang memanfaatkan teknologi informasi
ini, untuk itu sangat diperlukan informasi yang akurat, tepat waktu dan relavan.
Sistem informasi bukan merupakan suatu hal yang baru, tapi bagaimana suatu
sistem itu agar dapat dikomputerisasikan. Sebelum ada komputer, teknik ini telah ada
untuk memberikan kepada manager, informasi yang mereka rencanakan dapat
dikendalikan agar memungkinkan untuk dioperasikan, komputer telah menambah
satu atau dua dimensi, seperti kecepatan, ketelitian dan volume data yang
meningkatkan yang memungkinkan pertimbangan alternatif-alternatif yang lebih
banyak dalam suatu keputusan. Didalam suatu organisasi terdiri atas, banyak dalam
suatu keputusan. dan sejumlah unsur-unsur, orang-orang yang mempunyai
bermacam-macam peran dalam organisasi, kegiatan-kegiatan atau tugas-tugas yang
2 harus diselesaikan, tempat kerja, wewenang pekerjaan serta hubungan komunikasi,
yang mengikat bersama organisasi tersebut sistem informasi merupakan penerapan
sistem didalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan
oleh semua tingkatan manajemen.
Sistem penjualan dirancang untuk menangani transaksi penjualan. Sistem
penjualan yang diusulkan adalah suatu sistem yang menggunakan komputer sebagai
alat bantu mengolah penjualan. Adapun tujuan dari sistem penjualan usulan adalah
untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada. Ada
kalanya sistem yang berlaku tidak dapat memenuhi kebutuhan manajemen, baik
dalam hal mutu, ketepatan penyajian maupun struktur informasi yang terdapat dalam
laporan. Hal ini kemumgkinan disebabkan karena perkembangan usah perusahaan.
Sehingga menuntut sistem akuntansi yang lebih baik dan tepat penyajiannya, dengan
struktur informasi yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan manajemen.
4.2 Prosedur Sistem Usulan
Adapun prosedur sistem akutansi usulan PT. Water Solution Indonesia adalah
sebagai berikut :
a. Prosedur Pemesanan Barang
Pada proses ini, Customer memesan barang melalui fax dengan mengirimkan
Formulr pemesanan barang (FPB) ke bagian Sales Suport. Kemudian Sales
Suport membuka file Customer bagi Customer yang biasa membeli sedangkan
bagi Customer baru atau yang belum pernah membeli barang, biasanya
penawaran melalui telepon, dengan meminta data Customer dan disimpan
3 kedalam file Customer Setelah bagian Sales Suport menerima formulir
pemesanan barang (FPB) dan disimpan sebagai arsip pemesanan, kemudian
bagian Sales Support membuat Formulir Pesanan Customer (FPC)
berdasarkan formulir pemesanan barang tersebut. Kemudian Sales Suport
membuka data barang yang ada di File Data Barang. Formulir Pesanan
Customer (FPC) tersebut terdiri dari dua rangkap : kesatu untuk disimpan
sebagai File Pesanan dan kedua untuk diberikan ke bagian Distribution,
sebagai bukti adanya pemesanan barang.
b. Prosedur Pengiriman Barang dan Pembayaran
Pada proses ini, setelah bagian Distribution menerima Formulir Pesanan
Customer (FPC) dan mempersiapkan barang pesanan Customer, kemudian
bagian Distribution membuat Surat Jalan (SJ) yang terdiri dari empat rangkap
: kesatu untuk diberikan ke Customer, kedua untuk bagian Sales Suport,
ketiga untuk bagian Finance Manager, dan keempat untuk File bagian
Distribution. Setelah bagian Finance Manager menerima Surat Jalan (SJ),
kemudian bagian Finance Manager membuat Invoice. Kemudian Invoice dan
Surat Jalan tersebut dijadikan satu dan diserahkan ke bagian Distribution,
untuk dibawa ke Customer beserta barang pesanan. Setelah Customer
menerima Surat Jalan, Invoice dan ditandatangani oleh Customer, dan
Customer melakukan pembayaran secara tunai, kemudian Invoice-acc dan
uang tunai tersebut dibawa kembali oleh bagian Distribusition yang nantinya
akan serahkan kepada bagian Finance Manager sebagai bukti pembayaran
yang kemudian dimasukan kedalam File Pembayaran.
4 c. Proses Pembutan Laporan
Pada proses ini, bagian Finance Manager membuat laporan Penjualan
berdasarkan data – data yang ada pada File Pembayaran dan File Pesanan,
laporan tersebut akan dicetak untuk diserahkan kepada Direktur setiap satu
bulan.
4.3 Diagram Alir data ( DAD ) Sistem Usulan
Data flow diagram adalah suatu network yang menggambarkan suatu sistem
automat/komputerisasi, manualisasi atau gabungan dari keduanya, yang
berhubungan sesuai dengan aturan mainnya.
5
Invoice, Laporan Penjualan
FPB, Invoice-acc, SJ (4)-acc
SJ (1&4), Invoice
FPB, SJ (2)
FPC (2), Invoice
Invoice-acc,
SJ (4)-acc
Laporan Penjualan
SJ (3) Invoice-acc
FPC (2 rangkap)
SJ (4 rangkap),
Invoice,
Invoice-acc
Keterangan :
FPB : Formulir Pemesanan Barang
FPC : Formulir Pesanan Customer
SJ : Surat Jalan
Gambar IV.1
Diagram Konteks Sistem Usulan
Customer
Sales
Suport
Komputerisasi
sistem penjualan
tunai Pada
PT. Water
Solution Indonesia
Distribution
Distribution
Direktur
6
Keterangan :
FPB : Formulir Pemesanan Barang
FPC : Formulir Pesanan Customer
SJ : Surat Jalan
Gambar IV.II
Diagram Nol Sistem Usulan
SJ (3)
FPB
Data Pesanan
Data Bayar
SJ (2)
SJ (4)-acc
Invoice-acc SJ (4)-acc
Invoice, Invoice-acc
FPC
(2)
SJ (1&4), Invoice
FPC (2 rangkap)
FPB
FPB
1.0
Pemesanan
Barang
File Customer File Barang
Data Customer Data Barang
Data Customer
Customer
Sales
Suport
2.0
Pengiriman
Barang &
Pembayaran
File Pesanan File FPB
Distribution
SJ (4 rangkap),
Invoice, Invoice-acc
File SJ
Finance
Manager
File Pesanan
3.0
Pembuatan
Laporan
Direktur
Laporan Penjualan
Data Pesanan
File Pembayaran
Data Bayar
Invoice
7
FPC (2 rangkap)
Data Barang
FPC (2)
Data Pesanan
File Customer
Keterangan :
FPB : Formulir Pemesanan Barang
FPC : Formulir Pesanan Customer
Gambar IV.3
Diagram Detail 1.0 Sistem Usulan
FPB
FPB
Customer
1.1
Pemeriksaan
FPB
Sales Suport
File Barang
FPB
Arsip FPB
1.2
Pembuatan
FPC
Distribution
File Pesanan
File Customer
8
SJ (3)
SJ (1&4), Invoice
Invoice-acc, SJ (4)-acc
Data Bayar
Invoice-acc
Invoice-acc
SJ (4)-acc
Keterangan :
SJ : Surat Jalan
Gambar IV.4
Diagram Detail 2.0 Sistem Usulan
Invoice
Distribution
SJ (4 rangkap)
Invoice
Sales Suport
SJ (2)
Invoice
Finance
Manager
Customer
2.3
Pembayaran
File Pembayaran
File SJ
2.2
Penyerahan
barang
2.1
Pembuatan
Surat
Jalan
9 4.4 Kamus Data Sistem Usulan
Dalam Kamus data Sistem Usulan ini akan dicoba untuk menggambarkan
dalam bentuk dokumen keluaran dengan menggunakan notasi struktur data dan notasi
tipe data dokumen input dan output.
4.4.1 Kamus Data Dokumen Masukan
1. Nama Arus Data : Formulir Pemesanan Barang
Alias : FPB
Bentuk Data : Dokumen atau formulir
Arus Data : Customer – Proses 1.0
Proses 1.0 – Sales Suport
Penjelasan : Sebagai Bukti Pemesanan Barang
Volume : 1 (satu) lembar
Struktur Data : Header + Isi + Footer
Header = Nm_Prsh + Judul + Nm_Cust+Almt + No_FPB + Tgl
Keterangan : -
Nm_Prsh * Nama Perusahaan *
Judul * Nama Dokumen *
Nm_Cust * Nama Customer *
Almt * Alamat *
No_Cust * Terdiri dari 8 digit *
Tgl * Tanggal + Bulan + Tahun *
Isi = No + Kd_Brg + Nm_Brg + Uk_Kem + Jml_Brg +
Satuan + Hrg + Disc + Total_Hrg
10 Keterangan : -
No * Nomor Urut *
@ Kd_brg Terdiri dari 3 digit
Nm_Brg * Nama_Barang *
Uk_Kem * Ukuran Kemasan *
Jml_Brg * Banyaknya Barang *
Satuan * Dalam Dus *
Hrg * Harga Satuan *
Disc * Discount *
Total * Total Harga *
Footer = Total + Pajak + Total _Bersih
Keterangan : -
Total * Total sebelum Pajak *
Pajak * Pajak *
Total_Bersih = Total Sesudah Pajak
2. Nama Arus Data : Formulir Pesanan Customer
Alias : FPC
Bentuk Data : Dokumen atau formulir
Arus Data : Sales Suport – Proses 1.0
Proses 1.0 - Distribution
Penjelasan : Sebagai bukti pemesanan barang
Volume : 2 (satu) lembar
Struktur Data : Header + Isi + Footer
11 Header = Nm_Prsh + Judul + Tanggal + No_Psn +
Tgl_Psn + Kd_Cust + Nm_Cust +Almt
Keterangan : -
Nm_Prsh * Nama Perusahaan *
Judul * Nama Dokumen *
Tanggal = Tanggal + Bulan + Tahun
@ No_Psn Terdiri dari 8 digit
Tgl_Psn * Tanggal + Bulan + Tahun *
@ Kd_Cust Terdiri dari 6 digit
Nm_Cust * Nama Customer *
Almt * Alamat Customer *
Isi = Kd_Brg + Nm_Brg + Jml + Satuan + Hrg + Total_Hrg
Keterangan : -
@ Kd_Brg Terdiri dari 3 digit
Nm_Brg * Nama Barang *
Jml * Jumlsh Barang *
Satuan * Dalam Dus *
Hrg * Harga Satuan *
Total_Hrg * Total Bayar *
Footer = Dikeluarkan Oleh + Hormat kami
Keterangan : -
Dikeluarkan Oleh = Bagian Sales Suport + Paraf
Hormat Kami = Bagian Distribusi + Paraf
12 4.4.2 Kamus Data Dokumen Keluaran
1. Nama Arus Data : Surat Jalan
Alias : SJ
Bentuk Data : Dokumen atau formulir
Arus Data : Distribution – Proses 2.0
Proses 2.0 – Sales Suport
Proses 2.0 – Finance Manager
Proses 2.0 - Customer
Penjelasan : Sebagai bukti pengiriman barang yang dibeli
Volume : 4 (empat) lembar
Struktur Data : Header + Isi + Footer
Header = Nm_Prsh + Judul + No_SJ + Tgl_Sj+ No_Psn +
Tgl_Psn + Kd_Cust + Nm_Cust + Almt + No_Telp
Keterangan : -
Nm_Prsh * Nama Perusahaan *
Judul * Namal Dokumen *
@ No_SJ Terdiri dari 8 digit
Tgl_SJ * Tangal + Bulan + Tahun *
@ No_Psn Terdiri dari 8 digit
Kd_Cust Terdiri dari 6 digit
Nm_Cust * Nama Customer *
Almt * Alamat Customer *
No_Telp * No. Telepon *
13 Isi = No + Kd_Brg+ Nm_Brg + Jml + Satuan + Ket
Keterangan : -
No * No Urut *
@ Kd_Brg Terdiri dari 3 digit
Nm_Brg * Nama Barang *
Jml * Jumlah Barang *
Satuan * Dalam Dus *
Footer = Penerima + Dikeluarkan
Keterangan : -
Penerima = Nama_penerima + paraf
Dikeluarkan = Bagian Distribusi + Paraf
2. Nama Arus Data : Invoice
Alias : Faktur
Bentuk Data : Cetakan Kertas
Arus Data : Finance Manager _ Proses 2.0
Proses 2.0 – Distribution
Distribution - Proses 2.0
Proses 2.0 – Costomer
Costomer – Proses 2.0
Proses 2.0 - Distribution
Penjelasan : Sebagai bukti pembayaran barang
Volume : 2 (satu) lembar
Struktur Data : Header + Isi + Footer
14 Header = Nm_Prsh + judul + No_Invoice + No_Psn + Tgl_Psn
+ Nm_Cust + Almt
Keterangan : -
Nm_Prsh * Nama Perusahaan *
Judul * Nama Dokumen *
@ No_Invoice Terdiri dari 8 digit
No_Psn Terdiri dari 8 digit
Nm_Cust * Nama Customer *
Tgl_Psn = Tanggal + Bulan + Tahun
Nm_Cust * Nama Customer *
Almt * Alamat Customer *
Isi = No + Kd_Brg + Nm_Brg + Jml + Satuan +
Hrg + Discont + Hrg_Disc
Keterangan : -
No * Nomor Urut *
@ Kd_Brg Terdiri dari 3 digit
Nm_brg * Nama Barang *
Jml * Jumlah Barang *
Satuan * Dalam Dus *
Hrg * Harga Satuan *
Discount * Discount *
Total * Total Bayar *
Hrg_Disc * Harga Setelah Discount *
15 Footer = Total + Discount + PPN + Total_Akhir + Tanda
Terima + Hormat Kami
Keterangan : -
Total * Total Sebelum Pajak *
Discount * Discount *
PPN * Pajak *
Total_Akhir * Total Setelah Pajak *
Tanda Terima = Nama_Customer + Paraf
Hormat Kami = Finance Manager + Paraf
3. Nama Arus Data : Laporan Penjualan
Alias : Laporan Penjulan
Bentuk Data : Cetakan Kertas
Arus Data : Finance manager _ Proses 4.0
Proses 4.0 - Direktur
Penjelasan : Sebagai bukti laporan penjualan
Volume : 1 (satu) lembar
Struktur Data : Header + Isi + Footer
Header = Nm_Prsh + Judul + Periode
Keterangan : -
Nm_Prsh * Nama Perusahaan *
Judul * Nama Dokumen *
Isi = No + No_Invoice + Tgl_Invoice + Kd_Brg +
Nm_Brg + Jml + Hrg + Total
16 Keterangan : -
No * Nomor Urut *
@ No_Invoice Terdiri dari 8 digit
Tgl_Invoice * Tanggal + Bulan + Tahun *
@ Kd_Brg Terdiri dari 3 digit
Nm_Brg * Nama Barang *
Jml * Jumlah *
Hrg * Harga Satuan *
Total * Total Harga *
Footer = Hormat Kami
Keterangan : -
Hormat Kami = Bagian Finance Manager + Paraf
4.5 Spesifikasi Rancangan Sistem Usulan
Spesifikasi rancangan sistem usulan merupakan pembahasan mengenai bentuk
dari file-file maupun dokumen-dokumen yang mempunyai peranan dalam proses
pengolahan data sistem usulan. Dokumen-dokumen tersebut berupa dokumen
masukan maupun dokumen keluaran. Adapun bentuk dokumen usulan terdiri dari :
4.5.1 Spesifikasi Bentuk Dokumen Masukan
1. Nama Dokumen : Formulir Pemesanan Barang
Fungsi : Sebagai bukti Pemesanan
Sumber : Customer
17 Tujuan : Bagian Sales Suport
Media : Cetakan Kertas
Frekuensi : Setiap ada pesanan
Jumlah : 1 lembar
Bentuk : Lihat Lampiran C.1
2. Nama Dokumen : Formulir Pesanan Customer
Fungsi : Sebagai bukti pemesanan barang
Sumber : Bagian Sales Suport
Tujuan : Bagian Distribution
Media : Cetakan Kertas
Frekuensi : Setiap ada pemesanan
Jumlah : 2 lembar
Bentuk : Lihat Lampiran C.2
4.5.2 Spesifikai Bentuk Dokumen Keluaran
1. Nama Dokumen : Surat jalan
Fungsi : Sebagai bukti pengiriman barang
Sumber : Bagian Distribution
Tujuan : Bagian Sales Suport – Finance Manager - Customer
Media : Kertas
Frekuensi : Setiap ada pengiriman barang
Jumlah : 4 lembar
Bentuk : Lihat Lampiran D.1
18 2. Nama Dokumen : Invoice
Fungsi : Sebagai bukti pembayaran
Sumber : Bagian Finance Manager
Tujuan : Customer
Media : Cetakan Kertas
Frekuensi : Setiap ada pembelian barang
Jumlah : 2 lembar
Bentuk : Lihat Lampiran D.2
3. Nama Dokumen : Laporan Penjualan
Fungsi : Sebagai bukti laporan penjualan barang
Sumber : Bagian Finance Manager
Tujuan : Direktur
Media : Cetakan Kertas
Frekuensi : Setiap Bulan
Jumlah : 1 lembar
Bentuk : Lihat Lampiran D.3
19
4.5.3 Normalisasi File
A. Bentuk Tidak Normal ( Unnormalized Form )
Gambat IV.5. Bentuk Tidak Normal
Kd_Brg
Nm_Brg
Jumlah
Satuan
Hrg
Kd_Cust
Nm_Cust
Almt
No-Tlp
No_Psn
Tgl_Psn
Kd_Cust
Nm_Cust
Almt
Tlp
Kd_Brg
Nm_Brg
Satuan
Hrg
Jml
Total
No_Invoice
Tgl_Invoice
Tgl-Kirim
Discount
Total
PPN
No_Psn
Tgl_Psn
Nm_Cust
Almt
Tlp
Ket
No_Invoice
Tgl_Invoice
20
b. Bentuk Normalisasi Ke – 1 ( First Normal Form )
Keterangan :
* = Candidat Key
Kd_Brg *
Nm_Brg
Jml
Satuan
Hrg
Kd_Cust *
Nm_Cust
Almt
No-Tlp
No_Psn *
Tgl_Psn
Jml_Psn
No_Invoice *
Tgl_Invoice
Tgl_Kirim
Discount
PPN
Total
Ket
21 Gambar IV.6. Bentuk Normal Kesatu
C. Bentuk Normalisai Ke – 2 ( 2NF )
Tabel Barang Tabel Customer
Tabel Transaksi
Keterangan :
* = Primary Key
* * = Foreign Key
Kd_Brg *
Nm_Brg
Jml
Satuan
Hrg
Kd_Cust *
Nm_Cust
Almt
No-Tlp
No_Psn *
Tgl_Psn
Jml_Psn
No_Invoice
Tgl_Invoice
Tgl_Kirim
Discount
PPN
Total
Ket
Kd_Brg * *
Kd_Cust * *
22 Gambar IV.7. bentuk Normal Kedua
D. Bentuk Normalisasi Ke – 3 ( 3 NF )
Tabel Barang Tabel Pesanan
Tabel Customer Tabel Pembayaran
Keterangan :
* = Primary Key
** = Foreign Key
= Relasi One
= Relasi Many
Kd_Brg *
Nm_Brg
Jml
Satuan
Hrg
No_Psn *
Tgl_Psn
Tgl_Kirim
Jml_Psn
Kd_Brg **
Kd_Cust **
Kd_Cust *
Nm_Cust
Almt
No_Tlp
No_Invoice *
Tgl_Invoice
Discount
PPN
Total
No_Psn **
23 Gambar IV.8 Bentuk Normal Ketiga
4.5.4 Spesifikasi File
a. File Barang
Nama : Barang
Akronim File : Barang
Fungsi : Untuk menyimpan data barang
Tipe File : File Master
Akses File : Random
Organisasi File : Index Sequential
Media File : Harddisk
Primary Key : Kd_Brg
Software : Visual Basic 6.0
Panjang Record : 37 Karakter
Tabel IV.1 Spesifikasi File Barang
No Elemen Data Akronim Tipe Panjang Keterangan
1. Kode Barang Kd_Brg Text 3 Primary Key
2. Nama Barang Nm_Brg Text 20
3. Harga Hrg Text 8
4. Satuan Satuan Text 6
24
b. File Customer
Nama : Customer
Akronim File : Customer
Fungsi : Untuk menyimpan data Customer
Tipe File : File Master
Akses File : Random
Organisasi File : Index Sequential
Media File : Harddisk
Primary Key : Kd_Cust
Software : Visual Basic 6.0
Panjang Record : 69 Karakter
Tabel IV.2 Spesifikasi File Customer
No Elemen Data Akronim Tipe Panjang Keterangan
1. Kode Customer Kd_Cust Text 6 Primary Key
2. Nama Customer Nm_Cust Text 20
3. Alamat Almt Text 30
4. Telepon No_Telp Text 12
c. File Pesanan
Nama : Pesanan
25 Akronim File : Pesanan
Fungsi : Untuk menyimpan data pesanan
Tipe File : File Transakasi
Akses File : Random
Organisasi File : Index Sequential
Media File : Harddisk
Primary Key : Kd_Psn
Software : Visual Basic 6.0
Panjang Record : 40 Karakter
Tabel IV.3 Spesifikasi File Pesanan
No Elemen Data Akronim Tipe Panjang Keterangan
1. Nomor Pesanan No_Psn Text 8 Primary Key
2. Tanggal Pesanan Tgl_Psn Date 8
3. Jumlah Pesanan Jml_Psn Text 5
3. Tanggal Kirim Tgl_Kirim Date 8
4. Kode Customer Kd_Cust Text 6 Foreign Key
5. Kode Barang Kd_Brg Text 3 Foreign Key
d. File Pembayaran
Nama : Pembayaran
Akronim File : Pembayaran
Fungsi : Untuk menyimpan data pembayaran
26 Tipe File : File Transaksi
Akses File : Random
Organisasi File : Index Sequential
Media File : Harddisk
Primary Key : No_Invoice
Software : Visual Basic 6.0
Panjang Record : 45 Karakter
Tabel IV.4 Spesifikasi File Pembayaran
No Elemen Data Akronim Tipe Panjang Keterangan
1. No Invoice No_Invoice Text 8 Primary Key
2. Tgl Invoice Tgl_Invoice Date 8
3. Discount Discount Text 9
4. PPN Ppn Text 9
3. Total Total Text 12
4. No Pesanan No_Psn Text 8
4.5.5 Struktur Kode
Adapun tujuan pemakaian kode adalah sebagai berikut :
a. Memudahkan penyiapan untuk memasukkan dokumen data sehingga waktu
yang diperlukan relatife lebih singkat.
b. Menghemat fasilitas tempat penyimpanan.
27 c. Dapat mempercepat proses pengolahan data guna memeperoleh informasi
yang benar sesuai dengan kebutuhan.
Struktur kode yang diusulkan dalam sistem ini adalah sebagai berikut :
1. Kode Barang
Type : Character
Panjang : 3 Digit
Contoh : P1M
Keterangan : P = Purence
1 = Jenis barang 1 adalah Per botol
M = Warna merah
2. Kode Customer
Inisial Alamat Customer Nomor urut Customer
Inisial Nama Customer
Type : Text
P 1 M
X X X 9 9 9
28 Panjang : 6 Digit
Contoh : KGS001
K G S 0 0 1
Keterangan : K = Inisial nama Customer yaitu Kartika Sari
GS = Inisial alamat Customer yaitu Jl. Gatot Subroto
001 = Nomor Urut Customer
3. Nomor Pesanan
X 9 9 9 9 9 9 9
Nomor Urut Pesanan
Tanggal Pesanan
Bulan Pesanan
Inisial Pesanan
Type : Text
Panjang : 8 Digit
Contoh : P0629001
P 0 6 2 9 0 0 1
Keterangan : P = Pesanan
06 = Bulan Juni
29 = Tanggal 29
29 001 = Nomor urut pertama
4. Nomor Faktur
X 9 9 9 9 9 9 9
Nomor Urut Faktur
Tanggal Faktur
Bulan Faktur
Inisial Faktur
Type : Text
Panjang : 8 digit
Contoh : F0629001
Keterangan : F = Faktur
06 = Bulan Juni
29 = Tanggal 29
001 = Nomor urut pertama
4.5.6 Spesifikasi Program
Tahap selanjutnya membuat suatu rancangan program yang dibutuhkan dalam
sistem akuntansi usulan. Spesifikasi program yang diusulakn yaitu menerangkan
program-program yang akan digunakan dalam sistem yang diterapkan.
Spesifikasi program tersebut terdiri atas :
F 0 6 2 9 0 0 1
30
Gambar IV.9. Diagram Hipo
0.0
Menu Utama
0.0
1.0
Menu File
0.0
2.0
Menu
Transaksi
0.0
3.0
Menu
Laporan
0.0
4.0
Exit
0.0
1.1
Menu Barang
1.0
2.1
Menu
Pesanan
2.0
3.1
Laporan
Penjualan
3.0
1.2
Menu
Customer
1.0
2.2
Menu
Pembayaran
2.0
31 A Spesifikasi Program Menu Utama
Nama Program : Program Menu Utama
Akronim Program : Menu.frm
Bahasa Program : Visual Basic 6.0
Fungsi Program : Untuk menampilkan program yang tersedia
Bentuk Lampiran : Lampiran E.1
Proses Program
1. Klik Menu Utama, maka akan tampil menu utama yang terdiri dari Menu
File, Menu Transakai, Menu Laporan dan Exit.
2. Jika memiih salah satu menu utama maka menu yamg dipilih tersebut akan
ditampilkan.
3. Jika memilih Menu Laporan maka akan ditampilkan Menu Laporan
Penjualan. tersebut akan ditampilkan.
4. Jika memilih Exit akan keluar dari program penjualan.
B Spesifikasi Program Menu File
Nama Program : Program Menu File
Akronim Program : Menu.frm
Bahasa Program : Visual Basic 6.0
Fungsi Program : Untuk menampilkan program yang tersedia
Bentuk Lampiran : Lampiran E.2
Proses Program
1. Klik Menu File, maka akan tampil Menu File yang terdiri dari Menu
Barang, Menu Customer.
32 2. Jika memilih salah satu menu dari menu file maka menu yang dipilih
tersebut akan ditampilkan.
C. Spesifikasi Program Menu Barang
Nama Program : Program Menu Barang
Akronim Program : frmbrg.frm
Bahasa Program : Visual Basic 6.0
Fungsi Program : Untuk melakukan pengolahan data barang
Bentuk Lampiran : Lampiran E.3
Proses Program :
1. Kilk Menu Barang, maka akan tampil Menu Barang.
2. Klik ENTRY untuk memasukkan data barang yang baru.
3. Klik EDIT untuk merubah Data Barang.
4. Klik DELETE untuk menghapus Data Barang.
5. Klik SAVE untuk menyimpan data yang ada.
7 Klik EXIT untuk keluar dari Menu Barang kembali ke Menu File.
D. Spesifikasi Program Menu Customer
Nama Program : Program Menu Customer
Akronim Program : frmkons.frm
Bahasa Program : Visual Basic 6.0
Fungsi Program : Untuk melakukan pengolahan data yang berkaitan
dengan Customer
Bentuk Lampiran : Lampiran E.4
33
Proses Program :
1. Kilk File Menu Customer, maka akan tampil Menu Customer
2. Klik ENTRY untuk memasukkan Data Customer yang baru.
3. Klik EDIT untuk merubah Data Customer
4. Klik DELET untuk menghapus Data Customer
5. Klik SAVE untuk menyimpan data yang ada.
6. Klik EXIT untuk keluar dari File Customer kembali ke Menu File .
E. Spesifikasi Program Menu Transaksi
Nama Program : Program Menu Transaksi
Akronim Program : Menu.frm
Bahasa Program : Visual Basic 6.0
Fungsi Program : Untuk menampilkan program yang tersedia
Bentuk Lampiran : Lampiran E.5
Proses Program
1. Klik Menu Transaksi, maka akan tampil Menu Transaksi yang terdiri dari
Menu Pesanan, Menu Pembayaran.
2. Jika memiih salah satu menu transaksi maka menu yamg dipilih tersebut
akan ditampilkan.
F. Spesifikasi Program Menu Pesanan
Nama Program : Program Menu Pesanan
Akronim Program : frmPsn.frm
Bahasa Program : Visual Basic 6.0
34 Fungsi Program : Untuk memasukkan data pesanan
Bentuk Lampiran : Lampiran E.6
Proses Program
1. Kilk Menu Pesanan, mala akan tampil Menu Pesanan
2. Klik ENTRY untuk memasukkan data yang baru
3. Klik EDIT untuk merubah data pesanan
4. Klik DELETE untuk menghapus data pesanan
5. Klik SAVE untuk menyimpan data yang ada.
6. Klik EXIT untuk keluar dari menu pesanan dan kembali ke Menu Transaksi
G. Spesifikasi Program Menu Pembayaran
Nama Program : Program Menu Pembayaran
Akronim Program : frmpemb.frm
Bahasa Program : Visual Basic 6.0
Fungsi Program : Untuk memasukkan data transaksi Pembayaran
Bentuk Lampiran : Lampiran E.7
Proses Program :
1. Klik Menu Pembayaran, maka akan tampil Menu Pembayaran
2. Klik ENTRY untuk memasukkan data pembayaran yang baru
3. Klik EDIT untuk merubah Data transaksi Pembayaran
4. Klik DELETE untuk menghapus data transaksi Pembayaran
5. Klik SAVE untuk menyimpan datatang ada.
6. Klik EXIT untuk keluar dari Transaksi Data Pembayaran untuk kembali ke
Menu Transaksi
35 H. Spesifikasi Program Menu Laporan
Nama Program : Program Menu laporan
Akronim Program : Menu.frm
Bahasa Program : Visual Basic 6.0
Fungsi Program : Untuk menampilkan menu laporan penjualan
Bentuk Lampiran : Lampiran E.8
Proses Program
1. Klik Menu Laporan, maka akan tampil bentuk layar yang terdiri dari Manu
Laporan Penjualan
2. Jika memilih salah satu menu dari menu laporan, maka menu yang dipilih
tersebut akan ditampilkan.
I. Spesifikasi Menu Laporan Penjualan
Nama Program : Program Menu Laporan Penjualan
Akronim Program : Penjualan.frm
Bahasa Program : Visual Basic 6.0
Fungsi Program : Untuk menampilkan laporan penjualan tunai
Bentuk Lampiran : E.9
Proses Program :
a. Klik laporan penjualan, maka akan muncul tampilan periode laporan
penjualan.
b. Pilih periode penjualan lalu klik Display maka akan tampil bentuk dokumen
laporan penjualan.
36 c. Klik Cetak untuk mencetak dokumen laporan penjualan
d. Klik Exit jika ingin keluar dari menu laporan penjualan.
J. Spesifikasi Menu Exit
a. Nama Program : Program Menu Exit
b. Akronim : Menu File
c. Bahasa : Visual Basic 6.0
d. Fungsi : Untuk keluar dari program
e. Bentuk Lampiran : E.10
Proses Program
1. Klik menu Exit, maka akan keluar dari program.
4.6 Spesifikasi Sistem Komputer
Menjalankan tentang penggunaan dari perangkat keras ( Hardware ) dan
perangkat lunak ( Software ) yang akan digunakan dalam sistem usulan dan
penggambaran dalam bentuk konfigurasi komputer.
4.6.1 Umum
Komputer sebagai pengolah data dan pendukung suatu kegiatan mempunyai
aspek-aspek dasar komputerisasi, diantaranya adalah aspek hardware dan aspek
software. Adapun yang dimaksud sebagai aspek-aspek dasar komputerisasi adalh
fasilits-fasilitas yang secara prinsip harus ada apabila suatu usaha sudah memasuki
langkah maju dengan menggunakan peralatan komputer sebagai alat bantu dalam
pengolahan data atau pengolahan informasi.
37 Aspek Hardware adalah seluruh fase atau komponen peralatan yang
membentuk suatu sistem komputer, dan peralatan lainnya yang memungkinkan
komputer dapat melaksanakan tugasnya. Dalam hal ini termasuk mesin-mesin
pembantu penyiapan data, alat-alat telekomunikasi, dan sebaginya. Cara pemilikan
daripada fasilitas peralatan tersebut diatas dapat dilakukan dengan cara sebagai
berikut :
a. Paling ideal tentunya seluruh peralatan komputer dimiliki sendiri, baik karena
dibeli atau disewa dari pabrik atau penjual mesin komputer.
b. Pemilik by partial artinya sebagian peralatan tersebut diatas dimiliki sendiri.
c. Menyewa kepada penjual mesin komputer atau pada organisasi perusahaan
berdasarkan waktu pemakaian.
Dengan adanya fasilitas hardware atau komputer saja, tentunya tidak akan
dapat memecahkan problem atau tidak dapat digunakan tanpa adanya bantuan penuh
dari aspek software. Aspek software dalah seluruh fase dari pada sistem pengolahan
data diluar dari peralatan komputer sendiri, namun dengan adanya software ini
barulah komputer dapat digunakan. Cara pemilikan dari pada aspek software ini dapat
mengikuti cara yang ditempuh dalam pemilikan aspek hardware.
Kedua aspek tersebut diatas sangat penting dan saling berhubungan karena
dapat mengidentifikasikan dan menyiapkan aplikasi program sehingga tata kerja
seluruh peralatan komputer serta dapat mengatur dan membuat pekerjaan lebih
efesien.
38 4.6.2 Perangkat Keras ( Hardware )
Perangkat keras komputer terdiri dari beberapa bagian penting yaitu CPU
(Central Proccesing Unit), RAM (Random Memory) dan ROM (Read Only Memory).
Selain komponen utama tersebut ada beberapa macam komponen pendukung yang
tidak kalah penting seperti harddisk, monitor, keyboard, diskdrive, disket, modem dan
lain-lain.
Adapun spesifikasi perangkat keras yang penulis sarankan agar proses
pengolahan data berjalan dengan baik adalah sebagai berikut :
1. Pocessor : Pentium III
2. Memory Size (RAM) : 128 MB RAM
3. Monitor : SVGA 15 ”
4. Keyboard : 108 Keys
5. Floopy Disk : 1,44 MB
6. Harddisk : Kapasitas 40 GB
7. Printer : Dot matrix
8. Mouse : Standard Mouse
4.6.3 Perangkat Lunak ( Software )
Perangkat lunak merupakan program-program yang digunakan untuk
menjalankan perangkat kerasnya diantaranya sistem operasi dan aplikasi program.
Dalam hal ini perangkat lunak komputer yang digunakan adalah sebagai berikut :
Sistem Operasi : Microsoft Windows 98
Paket Program : Microsoft Visual Basic 6.0
39
Keyboard/Mouse
108 Keys
Microsoft Visual Basic 6.0 merupakan bahasa pemprograman database
tercepat dan termudah untuk membuat suatu aplikasi dalam sistem operasi Windows.
Microsoft Visual Basic 6.0 memungkinkan untuk membuat suatu program yang dapat
menyimpan data tabel maupun gambar grafik pendapatan perusahaan. Pada tahap
kompilasi program menjadi suatu program yang berdiri sendiri (EXE).
4.6.4 Konfigurasi Sistem Komputer
Gambar IV.10
Konfigurasi Sitem Komputer
Harddisk
40 GB
CPU
Intel
Pentium III
Floppy Disk
1,44 MB
Monitor
SVGA
Printer
Dot matrix
40 4.7 Jadwal Implementasi
Jadwal implementasi merupakan suatu rencana yang menjelaskan sesuatu
tentang hal-hal yang dibutuhkan dalam proses implementasi sistem komputerisasi
penjualan tunai pada PT. Water Solution Indonesia. Rencana implementasi ini sangat
dibutuhkan dalam langkah-langkah kegiatan penerapannya. Untuk itu maka
diperlukan penyesuaian dalam perencanaannya. Disamping itu perlu faktor-faktor
yang dapat mempengaruhi terlaksananya sistem ini nanti.
Yang perlu diperhatikan adalah faktor biaya, personil, organisasi dana
kebijaksanaan-kebijaksanaan serta faktor-faktor teknis dalam perangkat lunaknya.
Rencana atau jadwal implementasi ini merupakan dasar pengawasan dalam
penerapannya nanti. Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam rangka usaha
mewujudkan sistem yang telah dirancang ini meliputi :
1. Penyiapan data Awal
Penyiapan data adalah suatu kegiatan yang bertujuan mengumpulkan data yang
nantinya akan digunakan pada sistem usulan setelah selesai diimplementasikan.
Untuk kegiatan ini direncanakan membutuhkan waktu selama satu minggu pada
minggu pertama pada bulan pertama.
2. Pembuatan dan Test Program
Pada kegiatan ini akan dibuat terlebih dahulu suatu file database yang berfungsi
sebagai tempat penampungan data yang telah dikumpulkan pada bagaian diatas.
Pembuatan program ini akan membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan
tahap yang lain. Program yang dibuat diharapkan sebuah program yang benarbenar
mampu menjalankan sistem usulan dengan baik. Pada kegiatan ini
41 diperlukan waktu kurang lebih tiga minggu mulai dari minggu kedua bulan kesatu
hingga minggu keempat bulan kesatu.
3. Pembuatan Buku Petunjuk
Pada tahap ini akan ada petunjuk operasi untuk menjalankan sistem usulan yang
berisi prosedur kerja teknik pembuatan program beserta prosedurnya. Pembuatan
buku petunjuk operasi ini diperkirakan akan membutuhkam waktu selama dua
minggu yaitu mulai minggu ketiga bulan ke dua.
4. Pelatihan
Pelatihan dan training pada tahap ini dimaksudkan agar calon user mengetahui
prosedur kerja yang akan dijalankan., selain itu juga pengenalan lebih lanjut pada
calon user mengenai keunggulan sistem yang nantinya akan dipakai untuk
mengembangkan sistem yang telah ada. Waktu yang diperlukan adalah satu
minggu mulai minggu pertama bulan ketiga.
5. Test Sistem
Test sistem adalah suatu kegiatan untuk menguji kelayakan dari sistem yang
diusulkan secara keseluruhan. Waktu yang diperlukan adalah tiga minggu yaitu
dari minggu kedua hingga ketiga pada bulan ketiga.
6. Peralihan Sistem
Peralihan sistem adalah suatu kegiatan yang akan dialami oleh suatu sistem yaitu
penggantian manualisasi dengan sistem yang diusulkan. Peralihan dapat
dilakukan dengan berbagai cara, baik secara langsung maupun secara bertahap
yaitu pengganntian sistem usulan denga pembagian apabila bagian yang lain
berhasil maka akan dilanjutkan, dan yang terakhir adalah penggantian sistem
42 secara parallel yaitu sistem berjalan dan sistem usulan digunakan secara
bersamaan. Setelah melihat bahwa kondisi sistem dapat berjalan dengan baik,
sistem berjalan akan dihentikan sama sekali. Pada tahap ini memerlukan waktu
dua minggu yaitu mulai minggu pertama hingga kedua pada bulan keempat.
7. Operasi dan Evaluasi
Kegiatan ini adalah suatu kegiatan mengoperasikan sistem usulan secara
keseluruhan dan menggunakan data yang sesungguhnya dan masih diperlukan
adanya pengawasan secara keseluruhan terhadap sistem agar terhindar dari
kesalahan yang ada. Waktu yang diperlukan adalah dua minggu yaitu mulai
minggu ketiga hingga keempat pada bulan keempat.
Adapun daftar selengkapnya beserta perincian waktu yang diperlukan untuk
masing-masing kegiatan dapat dilihat pada tabel berikut ini :
43 Tabel IV.7. Jadwal Implementasi
Jadwal Implementasi
Bulan I Bulan II Bulan III Bulan IV
No Kegiatan
1 2 3 4 1 2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1. Pengumpulan Data Awal X
2. Pembuatan dan Test Program X X X
3. Pembuatan Buku Petunjuk X
4. Pelatihan X
5. Test Sistem X
X
6. Peralihan Sistem X
X
7. Operasi dan Evaluasi X
X
44 BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Penulis telah menyelesaikan penulisan Tugas Akhir ini yang membahas mulai
dari sistem berjalan sampai dengan sistem usulan. Penulis dapat mengambil suatu
kesimpulan dari sistem penjualan tunai PT. Water Solution Indonesia ini. Adapun
kesimpulan yang penulis kemukakan adalah sebagai berikut :
1. Pada sistem berjalan kelemahan dari sistem teknologi yang digunakan
mempengaruhi citradan kinerja PT. Water Solution Indonesia. Karena sistem
yang dilakukan masih secara manual, sehingga mengakibatkan penjualan
secara tunai tidak efektif dan efesien.
2. Dalam mencapai kinerja yang diharapkan peranan sumber daya manusia
sangat menentukan, karena dalam mengevaluasi sistem yang berjalan serta
upaya untuk terus menyempurnakannya harus diimbangi oleh peningkatan
penggunaan teknologi dari sistem informasi yang diperlukan.
3. Dengan menggunkan sarana komputer sebagai alat bantu untuk memecahkan
masalah yang dihadapi oleh sistem yang lama, maka dengan adanya
komputerisasi sistem yang baik diharapkan akan mampu mengatasi
permasalahan sehingga dapat menyajikan hasil yang relatif cepat dan tepat.
4. Dengan penerapan komputerisasi sistem diharapkan dapat memperbaiki
kelemahan dan mengurangi tingkat kesalahan dalam pembuatan laporan
penjualan.
45 5. Dengan penerapan komputerisasi sistem menciptakan produktifitas kerja yang
tepat, cepat, cermat dalam pengolahan data dan penyampaian laporan.
5.2 Saran-saran
Dari kesimpualan diatas maka Penulis mencoba memberikan saran-saran
dengan harapan dapat bermanfaat dana menjalankan sistem penjualan barang
dengan baik:
1. Dalam melakukan pengoperasian komputer beserta sistemnya, personil
diberikan pelatihan sehubungan dengan penerapan sistem yang baru sehingga
personil tersebut diharapkan dapat melaksanakan menurut prosedur yang telah
ditentukan agar kegiatan tersebut dapat berlangsung dengan lancar dan aman.
2. Komputer sebagai salah satu kemajuan teknologi dapat membantu manusia
untuk mempermudah aktifitas manusia, namun tetap diperlukan pengetahuan
yang luas untuk menghasilkan informasi yang tepat dan akurat sesuai dengan
kebutuhan.
3. Mengingat pentingnya data yang tersimpan dalam file sebaiknya perlu dibuat
file Back Up atau duplikat untuk setiap file yang digunakan agar jika terjadi
kesalahan atau kerusakan maka perusahaan tidak akan kehilangan data dan
kegiatan perusahaan akan berjalan dengan baik dan lancer, dan tidak
mengakibatkan kerugian pada perusahaan.
4. Untuk menghasilkan laporan yang baik maka pengalihan data harus dilakukan
dengan teliti, karena ketelitian sangat diharapkan dan dibutuhkan oleh bagian
penjualan dalam pengolahan data dan juga kerjasama dan rasa tanggung
46 jawab masing-masing personil sangat diharapkan demi mencapai hasil yang
maksimal.
5. Perlu adanya suatu pemeliharaan dan pemeriksaan rutin terhadap perangkat
keras dan perangkat lunak supaya sistem ini senantiasa berjalan dengan baik.
Demikianlah saran-saran yang bias penulis sampaikan, sistem usulan yang
penulis terapkan masih perlu dikembangkan lebih lanjut lagi apabila ingin
dikomputerisasikan secara keseluruhan agar komunikasi dan kerjasama antar bagian
saling manunjang demi meningkatkan kualitas perusahaan.
Sumber
adi .s

Selasa, 26 Mei 2009

HARTA ADALAH AMANAH DAN UJIAN

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian maka itulah orang-orang yang rugi”. (Qs. Al-Munafiqun [63]: 9)


Tidak dapat kita bantah bahwa harta merupakan salah satu pangkal kehidupan, dasar asasi bagi segala rupa pekejaan dan penegak keutuhan rumah tangga. Didalam cara mencarinya hendaklah tetap berpegang pada prinsif kebenaran agar kita tidak jatuh pada kesesatan, hati dan aqidah tetap terbentengi dengan kebaikan. Sadarilah, harta benda, kedudukan dan kesempatan yang kita miliki adalah amanat Allah yang wajib kita pelihara dan kita tunaikan dengan baik. Muhammad Mahdi al-Naraqi dalam “Jami’us Sa’adah” beliau menulis; Penyakit dunia yang paling parah yang berkaitan dengan potensi syahwat adalah harta. Karena itu orang yang rakus membutuhkan harta dan tidak merasa puas . sehingga ketika ia menjadi tingkat kefakiran dan mencapai tingkat pelampauan batas yang akibatnya merugikan. Ia tidak dapat memisahkan antara faedah dan penyakit. Bahkan ia tidak mampu membedakan antara kebaikan dan keburukannya, sehingga ketika kehilangan hartanya ia menduduk sifat kefakiran dan ketika mendapatkannya ia menduduki sifat kaya. Dengan dua keadaan ini ia mendapat ujian. Al-Qur’an dan Sunnah menjelaskan tentang tercelanya harta serta kehinaaan mencintainya secara berlebihan. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian maka itulah orang-orang yang rugi”. (Qs. Al-Munafiqun [53]: 9) . Dalam ayat yang lain Allah mengingatkan; “Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah pahala yang besar”. (al-Anfal [8]: 28).


Tepat apa yang dikatakan oleh seorang bijak, harta itu seperti ular yang didalamnya ada racun penawar. Yang berbahaya adalah racunnya dan yang befaedah adalah penawarnya. Barang siapa yang mengetahui keduanya akan dapat menyelamatkan diri dari keburukannya dan dapat mengambil manfaat serta kebaikannya. Manusia baik secara pribadi, keluarga ataupun masyarakat. Betapapun dapat meraih apa yang diinginkannya, tetapi ketika cara mendapatkannya tidak sesuai dengan apa yang Allah syariatkan, maka pasti akan mengalami kehancuran. Jiwa tidak merasa terpuaskan, hidup selalu dihantui rasa takut yang menggelisahkan. Itulah orang-orang yang menjadikan harta dunia sebagai Tuhan. Allah menegaskan dalam firman-Nya; “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakan tutupan atas penglihatannya?. Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran”. (Qs. Al-Jatsiah [45]: 23).


Ketahuilah sahabat, bila kita secara individu maupun masyarakat terlalu berlebihan memberikan prioritas pada urusan materi (harta), tidak mungkin cenderung kepada moralitas yang menuntut ketaatan sepenuhnya pada hukum-hukum kehidupan yang telah digariskan. Orang yang mengesampingkan segala urusan selain uang dan uang dalam perjuangan hari-harinya, tidak dapat berpegang pada etika keadilan dan kebenaran dan cenderung pada kesalahan. Catatlah dalam hati, Bahwa cinta dunia adalah pangkal segala kesalahan. Buah dari kecintaan yang berlebihan terhadap harta (dunia) akan membawa pelakunya pada beberapa keadaan. Di antaranya adalah:



  • Mencintainya akan mengakibatkan mengagungkannya.

  • Mencintainya akan menyibukan kehidupannya, hingga lalai terhadap kewajibannya.

  • Pecinta dunia akan mendapat azab yang berat dan disiksa di tiga negeri, yaitu; di alam dunia ia di azab dengan kerja keras untuk mendapatkannya. Di alam barzakh ia di azab dengan perpisahan dari apa yang dicintainya, dan di alam akhirat ia akan diazab untuk mempertanggungjawabkan tentang dunia yang dimilikinya



Hanya kepada Allah sajalah kita mohonkan perlindungan. Dialah yang tidak ada kekuasaan melebihi kekuasaan-Nya. Tidak ada yang mampu menghancurkan apa yang telah dibangun-Nya. Tidak ada sesuatupun yang mampu memberi petunjuk bagi siapa yang telah disesatkan-Nya. kepada-Nyalah kembali segala apa yang diciptakan.


Ya Allah pemilik seruan yang sempurna, peneguh hati yang kerap terlena. Jangan Engkau biarkan hati kami terlena oleh rayuan dunia yang fana. Mudahkan diri ini untuk selalu mensyukuri setiap kenikmatan yang kami terima. Hindarkan diri kami ya Rabb..dari orang-orang yang selalu bebuat durjana. Kuatkan diri kami untuk selalu melakukan perbuatan yang mulia. Janganlah Engkau campakan kami menjadi hamba-hamba yang terhina.

KITA HANYA MUSAFIR LEWAT

"Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu,

kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali,

kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan”

(Qs. Al-Baqarah [2] : 28)


Ketahuilah sahabat, bahwa kehidupan dunia ini hanyalah persinggahan sebentar dalam perjalanan panjang menuju keabadian. Kita hanyalah musafir yang sedang menempuh perjalanan menuju negeri yang pasti dan abadi. Rasulullah berpesan kepada kita : “Jadilah dirimu di dunia ini seperti orang-orang asing atau seorang musafir ! “ (HR. Ahmad, Buchari, At-tarmidzi dan Ibnu Hibban). Dr. Yusuf Al-Qaradhawi menasehati kita lewat bukunya “Al-Waqti Fi Hayati Muslim” (waktu dalam kehidupan muslim) Sesungguhnya berlalunya masa dan berputarnya siang dan malam bagi sorang: muslim tidak boleh dibiarkan tanpa mengambil pelajaran dirinya. Paling tidak, ia memikirkan kalau memang belum dapat mengambil pelajaran darinya. Sadarilah bahwa setiap waktu berjalan terjadi seribu satu macam kejadian, dari yang dapat kita indra sampai yang tidak dapat kita indra.


Sahabat, Tidak dapat kita bantah bahwa manusia dengan fitrahnya senang akan kehidupan yang baik dan juga mengharapkan usia yang panjang. Bahkan kalau bisa, kita ingin hidup selama-lamanya. Namun tidak dapat kita sangkal bahwa menginginkan kehidupan yang kekal di dunia adalah kemustahilan, sebab dunia yang sifatnya temporer ini satu saat akan hancur bersama dengan semua yang ada di dalamnya. Manusia dibatasi dengan kematian sebagai akhir suatu perjalanan atau batas kehidupan yang pasti tejadi dan tidak bisa ditolaknya. Kematian adalah akhir dari perjalanan kehidupan dunia yang fana dan pintu gerbang kehidupan yang kekal, yaitu akhirat. Rasulullah saw. mengajarkan kepada kita agar selalu menyadari tentang kesementaraan kehidupan dunia ini. Dunia hanyalah tempat mengumpulkan bekal, agar kelak kita diterima Allah sebagai tamu yang baik dan ditempatkan pada tempat yang baik pula. Umur dunia sangat pendek, terlebih umur kita. Jangankan dibandingkan dengan lamanya waktu di akhirat, dibandingkan dengan waktu di dalam kubur saja, tentu tidak ada sekejapnya. Di sisi lain, kesementaraan hidup di dunia juga digambarkan oleh rasulullah saw. Dalam sabdanya : “Dunia (hanyalah berumur) tujuh harinya hari-hari akhirat” (HR. Ad-Dailami).


Jika umur dunia semenjak diciptakan hingga dihancurkan (kiamat) kelak hanya sebanding dengan tujuh harinya hari-hari akhirat, maka akan tergambarkan oleh kita bahwa umur kita tidak ada satu detikpun dari hari-hari akhirat. Jikalau kita mau menggunakan akal sehat dan berpikir sejenak tentang hakekat hidup di dunia ini, niscaya selain waktunya sangat sementara dan hanya satu kali, juga akan kita sadari bahwa kehidupan kita yang sangat sementara dan satu kali itu menjadi faktor penentu bahagia–sengsaranya kita dalam menjalani kehidupan yang sesungguhnya di akhirat kelak. Akhirat adalah kehidupan pasca dunia yang teramat panjang, dan panjang tak terkirakan. Ketahuilah, Kematian bukanlah perjalanan akhir bagi kehidupan sebenarnya, tetapi hanya merupakan tempat singgah (transit). Kematian itu sebenarnya hanya merupakan perpindahan dari satu norma ke norma yang lain. Kematian adalah suatu tanda bahwa kehidupan masa uji coba manusia telah selesai. Ketika hidup di dunia manusia dihadapkan pada pilihan-pilihan yang menjadi cobaan dan ujian baginya. Namun ketika kematian datang, selesailah kesempatan untuk memilih. Pada fase baru ini manusia dipaksa untuk meyakinkan dirinya bahwa ia mati. Pada saat inilah ia dapat melihat malaikat maut dan alam Allah yang sebelumnya terhijab (tertutup). Disebutkan dalam firman Allah : “Sesungguhnya kamu berada dalam kehidupan lalai dari (hal) ini, maka kami singkapkan dari padamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari yang amat tajam”. (Qs. Qaaf [50] : 22) . Ketika berada di alam substansi (dzar) dulu, kita pernah mengalami kematian. Setelah itu kita ke dunia menjadi makhluk hidup, dan tidak lama kemudian kita akan mengalami kematian lagi. Selanjutnya kita akan dibangkitkan, sebagaimana disebutkan dalam Al-qur’an : “Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan” (Qs. Al-Baqarah [2] : 28)


Ketahuilah, Pasca di dunia masih ada alam kubur, Pasca alam kubur masih ada kiamat dan hari kebangkitan. Pasca kebangkitan masih ada alam padang mahsyar (mauqif) dan penimbangan amal (yaumul hisab). Pasca yaumul hisab masih ada kehidupan yang tidak terkirakan lamanya dan tidak mengenal batas akhir, yakni syurga atau neraka. Pada saat itu sejarah kemanusiaan sudah usai dan perjalanan telah berakhir dengan pasti. Yang terbentang dihadapan manusia saat itu adalah era kehidupan syurga atau neraka.

Pemuda Islam Energinya

Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk; (13) - dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri lalu mereka berkata: “Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran”. (QS Al Kahfi 13-14)

Pemuda dan masa muda merupakan tahapan hidup dalam kehidupan yang penuh dengan luapan energi. Aktif, reaktif, kreatif, sekaligus idealis. Ketika penindasan sedang terjadi dalam suatu masyarakat dan bangsa, para pemuda tampil melakukan perlawanan. Ketika kebekuan sedang melanda kehidupan masyarakat, para pemuda muncul melakukan pendobrakan. Ketika terjadi pengerusakan terhadap nilai-nilai kehidupan, para pemuda tampil memberantas nya. Dan ketika kebencian kepada para Nabi, Utusan Allah melanda suatu kaum, para pemuda tampil menjadi pembela yang gigih, sekaligus menjadi pengikut-pengikut setia para Nabi.

Di bawah ini ada beberapa karakter kehidupan pemuda yang pernah terukir dalam sejarah umat manusia, khususnya Islam. Karakter ini dapat juga diaplikasikan dalam kehidupan masa kini, mengingat sebenarnya sejarah itu cenderung berulang (history repeats itself). Sehingga, peristiwa kedzaliman di masa lalu, sangat mungkin kembali lagi meski dalam bentuk yang sedikit berbeda.

Pembela Kebenaran

Dalam catatan sejarah Islam, terungkap dengan jelas tatkala Nabi Musa mengajak kaumnya untuk menyembah Allah swt, maka hanya para pemuda sajalah yang mau mengikutinya. Sedang lapisan masyarakat lainnya menolak tegas. Mereka takut pada ancaman dan siksaan penguasa. Allah swt, telah memberitahukan sikap positif para pemuda itu sebagai berikut;

Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Fir`aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Fir`aun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas. (QS. Yunus 83)

Hal yang serupa juga terjadi pada tahun-tahun permulaan Rasulullah menyampaikan Risalah Islamiyah kepada umatnya. Di sana, justru para pemuda lah yang lebih dulu menyambutnya dengan sepenuh hati. Mereka adalah Umar bin Khattab, Sa’ad bin Abi Waqash, Mu’adz bin Jabal, Abdullah bin Mas’ud, Thalhah bin Ubaidillah, Zubail bin Awwam, Ali bin Abi Thalib, dan lain-lain yang umurnya kala itu rata-rata belum 20 tahun. Sedang, Abu Bakar Ash-Shiddiq yang namanya menjadi buah bibir orang di masa itu, dan telah membantu mengantarkan para pemuda itu memeluk Islam, usianya belum sampai 40 tahun.

Penghancur Kebatilan

Sebaliknya, pemuda juga menjadi orang pertama penghancur kebatilan. Dalam kisah Raja Namrud, di saat pemerintahannya kedzaliman banyak terjadi dan masyarakat masih menyembah patung-patung. Saat itu, seorang pemuda bernama Ibrahim lah yang tampil secara heroik menentang kedzaliman Raja Namrud dan menghancurkan patung-patung sesembahan mereka.

Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala, namanya Ibrahim“. (QS. Al-Anbiya 40)

Dalam kurun waktu yang berbeda, ketika kebatilan teramat kuat merasuki kehidupan masyarakat, suku dan bangsa lantaran dukungan penuh dari kalangan militer, birokrat, dan penguasa, para pemuda pilihan maju pantang mundur. Bahkan mereka menolak tawaran perdamaian dari para penguasa. Mereka menolak kompromi antara kebatilan dan kebenaran. Bagi mereka, antara keduanya tidak bisa disatukan, karena bentuk dan sifat berbeda. Jika tetap dipaksa mereka lebih suka memilih berlepas diri, daripada hidup bersama kebatilan. Itulah sikap para pemuda Ashabul Kahfi, yang perjalanan hidupnya diabadikan secara indah dalam Al-Quran.

Mereka mengembara untuk menghindarkan diri dari kebatilan, sampai suatu gua mereka masuk dan beristirahat dengan tenang. Padahal di luar, penguasa terus memburunya. Di dalam gua itu, mereka tidur pulas berhari-hari lamanya, bahkan beratus tahun, tanpa haus, lapar, maupun lelah. Mereka tidur panjang, melampaui zamannya. Saat terbangun, mereka merasa seperti baru tidur sebentar saja, tak kurang sedikit pun juga. Sehat wal Afiat. Sungguh ajaib!

Itulah pertolongan Allah yang diberikan kepada para pemuda yang gigih melawan kebatilan. Mereka diberi petunjuk dan kekuatan oleh Allah sehingga memperoleh kejayaan.

Berilmu dan Berwawasan Luas

Pemuda pilihan juga pemuda yang memiliki ilmu dan wawasan yang luas, seperti yang diperlihatkan oleh Ali bin Abi Thalib. Sejak masih kanak-kanak ia memang tekun menuntut ilmu dan membaca berbagai fenomena masyarakat. Ketika tumbuh menjadi pemuda, ilmu dan wawasannya bertambah banyak, melebihi orang-orang yang seusianya. Beberapa sahabat senior tak jarang menanyakan sesuatu masalah kepadanya, dan dijawab dengan tuntas. Ia menjadi gudang ilmu, sepeninggal Rasulullah saw. Dan dengan bijaksana ia berkata, “Tiap wadah (tempat) menjadi sempit dengan barang yang dimasukkan ke dalamnya, kecuali tempat ilmu, maka ia akan bertambah luas.”

Pernyataan itu benar. Ketika berbagai persoalan yang juga mengantar terjadinya berbagai kemelut di masyarakat dan pemerintahan, ia mampu menghadapinya dengan memberikan berbagai pandangan yang luas. Pemuda pilihan memang harus memiliki ilmu dan wawasan yang luas. Terlebih pada zaman sekarang ini dimana ilmu manusia sudah sangat maju.

Berakhlaq Mulia

Pemuda pilihan selain memiliki sikap-sikap positif di atas, juga harus berakhlaq mulia seperti yang terlihat pada diri Muhammad saw, jauh sebelum beliau diangkat menjadi Nabi Utusan Allah. Begitu rupa keindahan akhlaq nya, sampai orang-orang menyebutnya “Al-Amin”, artinya orang yang dapat dipercaya (jujur).

Syekh Shafiyyur Rahman, seorang sejarahwan pernah menulis bahwa Nabi SAW menonjol di tengah kaumnya dikarenakan perkataannya yang lemah lembut, akhlaqnya yang utama dan sifat-sifatnya yang mulia. Beliau adalah orang yang paling utama kepribadiannya, paling bagus akhlaqnya, paling terhormat dalam pergaulannya dengan para tetangga, paling lemah lembut, paling jujur perkataannya, paling terjaga jiwanya, paling terpuji kebaikannya, paling baik amalnya, paling banyak memenuhi janji, paling bisa dipercaya sehingga orang-orang menjulukinya Al-Amin, karena beliau menghimpun semua keadaan yang baik dan sifat-sifat yang diridhai Allah dan manusia. Walhasil, beliau adalah uswah hasanah, contoh teladan yang baik sejak dari kanak-kanak sampai akhir hayatnya.

Keluhuran akhlaq sangat diperlukan bagi pemuda, sebab mereka akan menjadi tumpuan hidup bagi keluarganya, masyarakatnya, bangsa, dan negaranya, serta umat manusia pada umumnya. Di bagian lain, keluhuran akhlaq diperlukan bagi pemuda lantaran fisik mereka sedang mengalami proses pertumbuhan . Jika dalam proses pertumbuhan itu mereka diisi dengan akhlaq yang baik, maka akan menghantarkan jiwa mereka menjadi baik. Dan, tentunya hidupnya menjadi lebih bermakna, baik bagi di ri sendiri maupun bagi orang lain.

Wallahu ‘alam bisshawwab.